PEMANFAATAN ICT DALAM PENERAPAN MANAJEMEN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pada zaman sekarang ini, perkembangan teknologi sudah semakin pesat
sehingga menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap orang. Semua orang dapat
melakukan hal-hal lebih mudah dengan teknologi yang sudah ada termasuk
kemudahan dalam mencari dan mendapatkan informasi.
Seperti yang kita ketahui, Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK
(Bahasa Inggris: Information and Communication Technology, disingkat ICT)
perkembangan ICT sudah semakin pesat. Hampir setiap orang sudah menggunakan
ha-hal yang berhubungan dengan perkembangan ICT seperti internet, HP,
maupun tablet yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan ICT
juga dibutuhkan dalam kegiatan mengajar dan belajar di dalam dunia
Pendidikan.
Dalam praktek di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal,
ICT meliputi komputer, laptop, network komputer, printer, scanner,
video/DVD player, kamera digital, tape/CD, interactive whiteboards/
smartboard. Dengan demikian perlu ditegaskan bahwa peran ICT adalah sebagai
enabler atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pendidikan dan
pembelajaran. Jadi ICT merupakan sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan
itu sendiri.
Sehingga diketahui cakupan ICT secara rinci meliputi;
1.
Software dan Hardware komputer serta fasilitas telekomunikasi
2.
Mesin hitung dari kakulator hingga komputer
3.
perangkat proyektor / LCD
4.
LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network)
5.
Kamera digital, games komputer, CD, DVD, telepon selular, satelit
telekomunikasi dan serat optik
6.
mesin komputer dan robot
Dalam dunia pendidikan, ada banyak yang dapat diterapkan melaui ICT seperti
pendidikan jarak jauh yang dapat diselenggarakan semua orang di setiap
jenjang pendidikan. Sistem pendidikan jarak jauh yang dimulai dengan
generasi pertama korespondensi (cetak), generasi kedua multimedia (Audio,
VCD, DVD), generasi ketiga pembelajaran jarak jauh (telekonferensi/TVe),
generasi keempat pembelajaran fleksibel (multimedia interaktif) dan
generasi kelima e-Learning (webb based course), akhirnya generasi keenam
pembelajaran mobile (koneksi nirkabel/www).
Pada awalnya, e-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi,
pendidikan, pelatihan secara online. Lalu, e-learning menyediakan
seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional
(model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan
pelatihan berbasis komputer), sehingga dapat menjawab tantangan
perkembangan globalisasi. e-learning tidak berarti menggantikan model
belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar
tersebut melalui pengayaan konten dan pengembangan teknologi pendidikan.
Kapasitas peserta didik amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara
penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar konten dan alat penyampai
dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang pada
gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.
B.
RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang diuraikan di atas, rumusan masalah dari makalah
ini antara lain:
1.
Apa pengertian ICT di Dunia Pendidikan?
2.
Bagaimana Pemanfaatan ICT dalam Manajemen Teknologi Pendidikan?
3.
Bagaimana model Pemafaatan ICT dalam Manajemen Teknologi Pendidikan?
4.
Seperti apa prinsip pemanfaatan ICT dalam Manajemen Teknologi Pendidikan?
C.
TUJUAN
1. Mengetahui pengertian ICT bagi dunia pendidikan,
2. Mengetahui bagaiman cara agar dapat memanfaatkan ICT dalam Manajemen
Teknoligi Pendidikan,
3. Mengetahui Model Pemafaatan ICT dalam Manajemen Teknologi Pendidikan
4. Mengetahui prinsip pemanfaatan ICT dalam Manajemen Teknologi Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
a)
Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan
1. Pengertian Teknologi Informasi
ICT adalah Information and Communication Technologies atau yang biasa di
kenal dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). TIK mecakup 2
teknologi yaitu, Teknologi informasi yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Sedangkan Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan
penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat
satu ke yang lainnya. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang
digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun,
menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan
informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat
waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan
merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
2. Cakupan ICT
Teknologi yang termasuk dalam cakupan ICT:
Modem, Gambar Satelit, E-book reader, komputer, game, desktop,
Jaringan(Network) Laptop, Notebook, Netbook, Wi-fi, Internet, Hardisk
drive, Tablet, Router, Persona Digital Assistants (PDA), Kamera digital,
Camcoder, Memori Card, Interactiv Whiteboard, Data Projector, GPS, Vide
Conference, DVD, CD, Sensor, Radio, Televisi, Flash drive, Voice over
Internet Protocol (VoIP), Kamera ponsel, Scaner, Printer, Instant
Messaging, Mobile Phone, Email, MP3 Player dll
b)
Pemanfaatan ICT dalam Manajemen Teknologi Pendidikan
Pemanfataan ICT dalam dunia pendidikan mempunyai pengaruh yang luar biasa
besar. Sistem pengajaran berbasi multimedia (teknologi yang melibatkan
teks, gambar suara, dan video) mampu membuat penyajian suatu topik bahasan
menjadi menarik, tidak monoton dan mudah untuk dicerna. Seorang murid atau
mahasiswa dapat mempelajar materi tertentu secara mandiri dengan
menggunakan computer yang dilengkapi progr yang berbasis multimedia. Selain
itu dengan munculnya internet yang mempermuda dalam mencari, membuat, dan
membantu menyelesaikan segala urusan yang berkaita dengan tugas dengan
sangat mudah dan cepat. Nyatanya tak hanya kalangan mahasisw dan murid di
sekolahan yang menggunakan tetapi masyarakat pun ikut serta dala
pemanfaatan internet. Peran yang sangat penting dan strategis ini sebagai
pusat belajar pusat budaya, dan pusat peradaban menuntut lembaga-lembaga
pendidikan untuk dapa mengembangkan aktivitas pembelajaran yang jelas dan
daya jangkau yang luas. Menurut penelusuran UNESCO (2013), ada lima manfaat
yang dapat diraih melalui penerapan IC dalam sistem pendidikan:
1) Mempermudah dan memperluas akses terhadap pendidikan;
2) Meningkatkan kesetaraan pendidikan (equity in education);
3) Meningkatkan mutu pembelajaran (the delivery of quality learning and
teaching);
4) Meningkatkan profesionalisme guru (teachers’ professional development);
5) Meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, tata kelola, dan
administrasi pendidikan.
Begitu besar peran ICT dalam pendidkan sehingga secara khusus pemerintah
dalam Pustekkom Diknas membagi peran ICT menjadi 7 peran sekaligus sebagi
pilar pembelajaran peran ICT tersebut yaitu:
a)
ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan.
Artinya dengan ICT, sumber ilmu pengetahuan menjadi begitu kaya bahkan
melimpah, baik ilmu pengetahuan inti (core content) dalam pelajaran sekolah
maupun sebaga materi pengaya pembelajaran (content suplement).Pada fungsi
ini internet memilik peran besar sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapa
diakses secara luas yang didalamnya telah terkoneksi dengan ribua
perpustakaan digital, jutaan artikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain.
b)
ICT sebagai alat bantu pembelajaran.
Artinya bahwa pembelajaran saat ini lebih mudah dengan bantuan ICT, untuk
menghadirkan dunia di kelas dan dapat disajikan kepada seluruh siswa melalu
peralatan ICT seperti multimedia dan media pembelajaran hasil olahan
compute seper poster, grafik, foto, gambar, display, dan media grafis yang
lainnya. Pemanfaatan C Interaktif, Video Pembelajaran, Multimedia
presentasi, e-learning termasuk pad bagian ini.
c)
ICT sebagai standar kompetensi
Artinya ICT sebagai mata pelajaran yang kita kenal Mata Pelajaran TIK. Mata
pelajaran ini berisi standar kompetensi.
d)
ICT sebagai fasilitas pendidikan.
Dalam hal ini ICT sebagai saran yang melengkapi fungsi sekolah sebagai
lembag pendidikan, terutama fasilitasfasilitas yang bernuansa elektronik
seperti labolatoriu komputer, peralatan di laboratorium bahasa, raung
multimedia, studio rekaman suara studio musik, studio produksi video dan
editing.
Selain peran ICT diatas, terdapat pendapat lain tentang peranan ICT dalam
manajemen teknologi pendidikan yaitu:
1. ICT sebagai Keterampilan (skill) dan Kompetensi:
1. Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompentensi dan keahlian
menggunakan TIK untuk pendidikan.
2. Informasi merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang harus diolah
melalui proses pendidikan.
3. Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya
bersifat mutlak dan tidak berkesudahan.
4. Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi
pendidik, peserta didik, dan stakeholder.
2. ICT sebagai Infrastruktur Pendidikan:
1. Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model
yang beragam seperti multimedia.
2. Para pendidik, instruktur dan peserta didik secara aktif bergerak dari
satu tempat ke tempat lainnya.
3. Proses pendidikan seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
4. Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pendidikan.
3. ICT sebagai Sumber Bahan Belajar
1. Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya.
2. Buku-buku, bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara kontinyu.
3. Tanpa teknologi, proses peserta didikan yang “up-to-date” membutuhkan
waktu yang lama.
4. ICT sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pendidikan:
1. Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia
nyatanya.
2. Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untu mempercepat
penyerapan bahan ajar.
3. Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada
proses dan pemberian fasilitas.
5. ICT sebagai Pendukung Manajemen Pendidikan:
1. Setiap individu memerlukan dukungan pendidikan tanpa henti setiap
harinya.
2. Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan
pengelolaan back-office yang kuat.
3. Hal ini sebagai mana yang kami lakukan di Lembaga Pendidikan yang kami
kelola. Kami memiliki web internal dengan alamat web
https://internal.indonesiajuara.org/
. Selain web kami juga mengelola email internal Lembaga yang kami jadikan
sebagai alat komunikasi elektronik dengan alamat
syahrul.padhilah@indonesiajuara.org
.
6. ICT sebagai Sistem Pendukung Keputusan:
1. Pendidik seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada
berbagai bidang ilmu.
2. Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan.
Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan
kualitas.
c)
Beberapa model penggunaan ICT sebagai alat bantu pembelajaran
1. CAL (Computer Assisted Learning)/ CAI (Computer Assisted Instructional)
Computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat
bantu utama komputer, merupakan off-line program instruksi sehingga tidak
tergantung pada akses ke internet. Sistem – sistem komputer dapat
menyampaika pembelajaran secara langsung kepada para siswa melalui cara
berinteraksi denga mat pelajaran yang diprogramkan kedalam sistem, inilah
yang disebut pengajaran denga bantuan komputer.
Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) atau Computer Assisted Learnin (CAL)
adalah pembelajaran yang melibatkan penggunaan computer untuk
mempresentasikan materi belajar, tutorial dan umpan balik kemajuan belajar
siswa Pengertian Computer-Assisted Learning atau “pembelajaran berbantuan
computer adalah aplikasi komputer sebagai bagian integral dalam sistem
pembelajaran terhada proses belajar dan mengajar yang bertujuan membantu
siswa dalam belajarnya bisa melalui pola interaksi dua arah melalui
terminal komputer mau pun multi arah yang diperluas melalui jaringan
komputer (baik lokal mau pun global) dan juga diperlukan fungsinya melalui
interface (antar muka) multimedia.
2. E-learning
E-learning sering dihubungkan dengan aktivitas yang menggunakan computer
dan dilakukan secara interaktif dan simultan. Salah satu definisi yang
cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E. Hartley [Hartley,
2001] yang menyatakan: eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar
yang memungkinka tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan
media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. E-Learning
adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk
mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer, maupun
komputer standalone.
Komputer tidak sebagai sumber utama yang berisikan materi pokok atau isi
dari setiap materi pembelajaran, tetapi penggunaan jaringan komputer harus
menjaga kestabilan hubungan koneksinya sehingga aktivitas pembelajaran
berjalan dengan baik. Definisi dari e-learning sebenarnya dapat diambil
kemiripan dengan email, email adalah aktivitas yang berhubungan dengan
mengirimkan surat secara elektronik dengan komputer dan jaringannya. Kasus
yang sama juga pada e-learning, aktivitas yang bekerja menggunakan computer
dan jaringannya. (internet dan intranet adalah merupakan jaringan)
e-learning tidak membutuhkan materi pembelajaran yang tersusun secara
spesifik, materi tersebut akan dikirimkan melalaui sistem komputer secara
penuh, sedangkan komputer dan jaringannya harus terlibat pada sistem
e-learning.
3. Web-based learning
Web-based learning / pembelajaran berbasis web adalah pembelajaran yang
berhubungan dengan materi ajar yang disajikan melalaui web browser (seperti
internet explorer, mozila firefox, opera, netscape, dll), termasuk
didalamnya adalah bagaimana penyajian pembelajaran tersebut dikemas
menggunakan media CD-ROM maupun media penyimpanan yang lainnya.
Pembelajaran berbasis web menyajikan materi pembelajaran yang ditampilkan
melalui web browser, dan materi pembelajaran yang aktual dikirimkan atau
dimasukkan ke dalam format web. Web-based learning memiliki analogi dengan
textbook, di mana materi pemebalajaran dikemas seperti halnya buku, novel,
maupun laporan.
Computer Based Training (CBT) yang didownload dari internet dan disimpan
dalam format web, hasilnya bukanlah menjadi pembelajaran yang berbasis web
selama isinya tidak terdiri dari materi pembelajaran yang lengkap. Materi
pembelajaran berbasis web biasanya di dapat dari website, tetapi
pembelajaran berbasis web tidak harus membutuhkan internet atau jaringan
komputer. Sebagai contoh pembelajaran berbasis web yang dijalankan
menggunakan CD-ROM, dimana seluruh materi pembelajaran telah masuk
didalamnya, siswa hanya tinggal memasukan CD kedalam CD-ROM, kemudian siswa
sudah dapat menggunakannya sebagai media pembelajaran. Penggunaan CD-ROM
dapat lebih efektif dirasakan, jika di sekolah, rumah, atau komunitas yang
tidak terkoneksi dengan internet, maka dapat menggunakan web-based learning
tersebut.
4. Online learning
Online learning adalah pembelajaran yang berhubungan dengan materimateri
ajar yang dapat dibaca dan diakses melalui komputer. Materi yang disajikan
mungkin saja dituangkan dalam bentuk web ataupun internet, atau yang paling
mudah adalah terinstall dalam CD-ROM atau harddisk komputer. Online
learning lebih berhubungan dengan konsep bantuan online, dokumentasi
online, dan layanan online. Online learning menyediakan materimateri
pembelajaran yang mengajak siswa atau pengguna dapat langsung membaca
dengan menggunakan peralatan komputer.
Pada umumnya, online learning merupakan aktivitas untuk mengakses
sumber-sumber materi pembelajaran yang bersangkutan dengan pokok materi
yang sedang dipelajari. Bagaimanapun juga materi pembelajaran yang
disediakan secara online di jaringan komputer juga merupakan online
learning, pada kenyataanya konsep dari online learning muncul sebelum
adanya istilah web dan sebelum materi pembelajaran disajikan melalui
internet maupun jaringannya. Webbased learning yang dikases dari sumber
utamanya dapat juga disebut sebagai online learning. Mencari maupun membuka
aplikasi-aplikasi yang materinya tersusun secara terpisah bukanlah sebuah
online learning, selama materi pembelajaran tidak didapatkan secara utuh
dan mudah dibaca.
5. Distance learning
Distance learning / pembelajaran jarak jauh melibatkan interaksi jarak jauh
antara guru dan siswa, sehingga guru dapat secara langsung mangawasi
siswanya. Menyiarkan secara langsung materi pembelajaran ke siswa bukanlah
termasuk sebagai distance learning. Guru harus dapat berinteraksi secara
langsung untuk dapat menerima tanggapan yang diberikan dari siswanya.
Distance learning adalah konsep yang paling tua dibandingkan dengan
konsepkonsep yang lainnya, pada distance learning tidak membutuhkan
computer ataupun jaringannya.
Terminologi distance learning ini sejak dulu sudah ada, hanya dulu
distribusi bahan ajar dan proses pembelajaran tidak menggunakan media
elektronik, misalnya universitas terbuka yang dulu mengirimkan module
pembelajaran lewat pos. Hanya, saat ini universitas yang menerapkan
distance learning kebanyakan sudah menggunakan media elektronik untuk
mendistribusikan bahan ajar dan proses belajar mengajar, dengan kata lain
bias saja distance learning masuk ke definisi e-Learning untuk kondisi ini.
Tapi tidak menjadi masalah kalau open university yang ada di dunia ini
tetap menggunakan term distance learning, karena mungkin sudah lebih lama
dan terbiasa digunakan.
Pembelajaran ini menghubungkan interaksi antara sebuah kelas atau
perorangan yang terpisah secara ruang, dan memungkinkan pengajar
berintaraksi dengan siswanya. Distance learning seperti siaran TV maupun
pendidikan yang menggunakan metode dengan saling mengirim surat/berkas,
tetapi masih juga dapat menggunakan e learning. Pada internet, interaksi
pendidikan jarak jauh dibutuhkan antara pengajar dengan siswanya, pengajar
dengan pengajar lainnya, maupun siswa dengan siswa yang lainnya. Distance
learning yang saat ini sedang berkembang adalah internet based live
instructor broadcast, video conferencing, chat, dan diskusi secara online
yang di jadwalkan sebelumnya, dan bahkan penggunaan email untuk diskusi.
D.
Prinsip Penggunaan ICT dalam Pembelajaran
Prinsip umum penggunaan teknologi, dalam hal ini ICT, adalah sebagai
berikut:
1. Efektif dan efisien.
Penggunaan ICT harus memperhatikan manfaat dari teknologi ini dalam hal
mengefektifkan belajar, meliputi pemerolehan ilmu, kemudahan dan
keterjangkauan, baik waktu maupun biaya. Dengan demikian, penggunaan ICT
yang justru membebani akan berakibat tidak berjalannya pembelajaran secara
efektif dan efisien.
2. Optimal.
Dengan menggunakan ICT, paling tidak pembelajaran menjadi bernilai “lebih”
daripada tanpa menggunakannya. Nilai lebih yang diberikan ICT adalah
keluasan cakupan, kekinian (up to date), kemodernan dan keterbukaan.
3. Menarik.
Artinya dalam prinsip ini, pembelajaran di kelas akan lebih menarik dan
memancing keingintahuan yang lebih. Pembelajaran yang tidak menarik dan
memancing keingintahuan yang lebih akan berjalan membosankan dan kontra
produktif untuk pembelajaran.
4. Merangsang daya kreatifitas berpikir pelajar.
BAB III
KESIMPULAN
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau dalam bahasa inggris dikenal
dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT) merupakan
media atau bantuan untuk melakukn kegiatan seperti pemrosesan, manipulasi,
pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi.ICT terdiri dari dua aspek
yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Sedangkan pengertian untuk teknologi komunikasi yaitu semua hal yang
berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data
dari perangkat satu ke perangkat satu ke perangkat lainnya. Sehingga
teknologi informasi dan komunikasi memiliki pengertian yang sangat luas
yaitu semua kegiatan yang berkaitan dengan pemerosean, manipulasikan data,
pengelolaan, pemindahan informasi.
ICT sangat diperlukan dalam pembelajaran di era sekarang ini. Dengan
prinsip penggunaan ICT yang efektif dan efisien, optimal, menarik, dan
merangsang daya kreativitas, ICT menjadi salah satu media pembelajaran yang
banyak digunakan di berbagai bidang pendidikan karena meningkatkan
efektifitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran. Pengguanaan ICT dalam
pembelajaran anataran lain sebagai tutotial, eksplorasi, alat aplikasi, dan
komunikasi.
Penggunaan ICT di Indonesia ini sangat diperlukan untuk memajukan kualitas
pendidikan yang ada di Indonesia serta menjadi pemicu bangsa Indonesia
untuk lebih berkurang. Di Negara-negara maju penggunaan ICT juga belum bias
merata sehingga masih bias diusahakan untuk Indonesia lebih memanfaatkan
pembelajaran yang berbasis ICT ini.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran, Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Isjoni Dan Moh. Arif Ismail. 2008 Pembelajara n Virtual, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Nasution, S. 2005. Teknologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara
Tian Belawati, (2003), Indonesia ICT Use in Education, UNESCO Meta-survey
on the Use of Technologies in Education
Warsita, Bambang. 2008. Teknologi Pembelajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta
filekuliah548.blogspot.co.id/2016/11/pemanfaatan-ict.html diunduh pada
tanggal 16 Maret 2020
http://repository.upi.edu/7602/2/d_adp_0706976_chapter1.pdf
diunduh pada tanggal 16 maret 2020


0 komentar